Fakta! Tidak Semua yang Mengontrak Itu Miskin

Dulu, membeli dan memiliki rumah sendiri merupakan salah satu ciri orang ‘berada’ atau kaya. Semakin bagus dan mewah rumahnya, berarti semakin kaya mereka. Sementara itu, yang tidak atau belum seberuntung itu hanya baru bisa mengontrak rumah.

rumah dikontrakan

Namun, zaman sudah berubah. Pertambahan penduduk menyebabkan lahan semakin menyempit. Harga properti pun semakin tinggi, terutama karena adanya inflasi. Tentu saja, selain itu, juga ada beberapa pertimbangan sendiri yang memengaruhi keputusan seseorang untuk mengontrak rumah.

Ini fakta mengapa tidak semua yang mengontrak rumah itu orang miskin yang tidak mampu:

Bila dulu masih banyak yang percaya bahwa hanya yang miskin yang mengontrak rumah, pendapat itu tidak lagi akurat. Beberapa alasan yang mendukung hal tersebut adalah:

1. Macet menyebabkan jarak ke tempat kerja terasa lebih jauh.

Bisa jadi, Anda sudah punya rumah sendiri. Namun, pekerjaan baru membuat Anda harus menempuh jarak yang agak lebih jauh dari biasanya. Tidak hanya itu, macet semakin memperparah waktu perjalanan dari rumah ke kantor.

Daripada sering terlambat ke kantor dan kelelahan di jalan, mengontrak rumah dekat tempat kerja adalah solusinya. Jadi, Anda hanya pulang ke rumah utama saat akhir pekan, seperti para penganut hidup komuter. Lebih efektif, tidak memakan waktu di jalan, dan justru lebih hemat dari segi biaya transportasi.

2. Ingin lebih mandiri dan membutuhkan lebih banyak privasi.

Memang masih lazim di Indonesia bahwa anak yang sudah dewasa pun masih tinggal bersama orang tua. Namun, ada juga yang ingin lebih mandiri dan membutuhkan lebih banyak privasi, terutama bila sudah menikah.

Banyak pasangan muda yang memilih cara ini untuk hidup lebih mandiri. Tentu saja, mereka melakukannya sambil terus menabung untuk membeli rumah idaman sendiri.

3. Ada juga rumah kontrakan eksklusif di daerah yang laju pertumbuhan ekonominya tinggi.

Ini lazim terjadi bila Anda memilih daerah industri atau di tengah kota. Banyaknya fasilitas umum yang menambah kenyamanan membuat harga-harga sewa rumah kontrakan di daerah tersebut cenderung lebih tinggi. Selain lokasinya lebih strategis, fasilitas yang ditawarkan di dalam rumah juga lebih lengkap dan nyaman.

Bila penghasilan masih tidak mencukupi, sebaiknya simpan dulu impian untuk mengontrak rumah atau carilah rumah yang sewa kontraknya lebih murah.

4. Rumah kontrakan dengan harga sewa murah biasanya berupa rumah petak dan belum fully-furnished.

Saat melakukan riset online, pasti pernah tercengang saat melihat ada rumah kontrak yang harganya cukup terjangkau. Misalnya: Rp15 juta per tahun. Sebelum terlanjur senang, pastikan dulu rumah tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda.

Rumah kontrakan dengan harga sewa murah biasanya berupa rumah petak dan belum fully-furnished. Jadi, mau tidak mau Anda harus menambahkan perabotan sendiri. Sementara itu, rumah kontrakan yang sudah terisi perabotan lengkap biasanya lebih mahal. Bila tidak ingin repot, siapkan modal yang cukup untuk mengontrak rumah berperabot.

5. Penyewa biasanya pekerja yang tidak menetap lama di satu tempat.

Pekerjaan yang mengharuskan seseorang selalu berpindah-pindah dalam periode tertentu membuat mereka tidak bisa tinggal lama. Misalnya: pebisnis yang harus pindah dari satu kota ke kota lain dalam rentang waktu beberapa bulan atau bahkan dalam hitungan tahun.

Meskipun mungkin sudah punya tempat tinggal tetap sendiri di satu kota, mereka harus punya tempat tinggal sementara di kota tempat mereka bekerja. Daripada menyewa kamar kos yang dibayar per bulan, lebih baik mengontrak rumah sekalian untuk per tahun. Selain lebih mudah, mereka juga mendapatkan lebih banyak privasi.

6. Ada prioritas selain membeli rumah yang lebih mendesak.

Bisa jadi, saat ini penghasilan mereka sudah lebih dari cukup untuk membeli rumah sendiri, meskipun yang paling sederhana. Namun, mereka memilih untuk mengontrak rumah dulu untuk sementara waktu. Apa pun prioritas lain dalam hidup mereka, cukup mereka yang tahu. Anda hanya bisa mengira-ngira.

Mungkin setelah prioritas lain tersebut terpenuhi, barulah mereka mulai mengusahakan untuk membeli rumah sendiri.

Ada juga yang mungkin ingin langsung membeli tunai, kalaupun ada mungkin dengan syarat syariah yang lebih berkah, meskipun mungkin tidak banyak. Mencicil lewat jalur KPR (kredit perumahan) mungkin bukan pilihan mereka. Ya, inilah beberapa bukti bahwa tidak semua yang mengontrak rumah itu miskin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*