Mengapa Banyak Juragan dari Hasil Bisnis Properti?

Iya, ini fakta, bahkan admin inforumahkontrakan.com pun ingin menjadi juragan rumah dan kontrakan 😀 . Memiliki usaha berpenghasilan pasif adalah impian menyenangkan bagi mereka yang berjiwa bisnis. Selama mempunyai barang yang dapat disewakan, yang dibutuhkan lebih banyak manajemen operasional.

juragan properti

Bisnis properti merupakan salah satu usaha berpenghasilan pasif yang menjadi andalan. Tentu saja, bisnis ini juga mendukung untuk kondisi sekarang, yaitu saat lahan semakin langka dan pertambahan penduduk melonjak. Bahkan, kalau mau dan giat, Anda pun bisa jadi juragan dalam bidang ini.

Fakta Seputar Bisnis Properti:

Mengapa banyak juragan dari hasil bisnis properti? Bisakah Anda menjadi salah satunya? Beberapa fakta di bawah ini mungkin akan mengejutkan Anda:

1. Tidak hanya yang bermodal besar yang ‘bermain’ di sini.

Kata siapa hanya mereka yang bermodal besar yang bisa berbisnis properti? Seorang karyawan biasa yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan juga bisa melakukannya. Tentu saja hal ini membutuhkan mereka yang profesional dan mau mengisi waktu luang untuk fokus pada bisnis sampingan yang menguntungkan ini.

2. Juragan bisnis properti bisa jalan bila memiliki tiga (3) hal ini.

Tiga (3) hal yang wajib dimiliki mereka yang ingin menekuni bisnis properti adalah:

  • Tanah atau modal untuk membeli lahan.
  • Lahan yang dimiliki berada di lokasi yang berpotensi tinggi untuk bisnis properti. Misalnya: dekat pusat perekonomian atau daerah industri.
  • Ada modal tambahan atau lebih dari cukup untuk membangun rumah untuk disewakan/dikontrakkan.

Bila sudah memiliki tiga (3) hal ini, barulah seseorang bisa memulai bisnis properti.

3. Seseorang bisa berbisnis properti dengan mempelajari hukum-hukum yang terkait dengan bisnis ini.

Modal selain finansial untuk berbisnis properti adalah pengetahuan yang mendukung. Mereka yang ingin berbisnis di sini harus mempelajari hukum-hukum yang terkait, seperti:

– Hukum persaingan bisnis properti.
– Hukum kelangkaan bisnis properti.

Dalam hukum persaingan bisnis properti, properti yang baru, masih murah, dan bisa dicicil membuat banyak yang berebut ingin memilikinya. Bila modal yang ada masih kecil, mencuri start adalah strategi terbaik. Salah satu caranya adalah mengetahui siklus “Property Clock” agar tahu waktu yang tepat untuk membeli properti. Dalam hal ini, waktu yang tepat adalah saat siklus pertama, yaitu buyer’smarket. Dalam siklus ini, harga properti masih murah sehingga banyak yang ingin membeli.

Dalam hukum kelangkaan bisnis properti, kelangkaan terjadi karena persaingan ketat antar pemodal. Dalam hal ini, pebisnis yang modalnya paling besar bisa memonopoli semua properti bagus yang ada. Meskipun bermodal kecil, selama pilihan properti sudah cukup bagus (misalnya: di lokasi strategis), Anda cukup mengandalkannya untuk memulai bisnis properti sendiri.

4. Bila belum bisa langsung melunasi total, terapkan open management.

Bila modal kecil, salah satu cara untuk mendapatkan properti incaran adalah dengan membayar DP (downpayment/uang muka) dulu. Selain itu, bila masih membutuhkan bantuan investor lain, terapkan open management. Misalnya: selama bisnis properti berlangsung, pengusaha mencatat dan melaporkan setiap perkembangan bisnis mereka. Mulai dari biaya manajemen operasional hingga untung dan rugi tiap bulan.

5. Menyewa jasa tambahan secukupnya.

Selama rumah kontrakan atau kos-kosan dekat fasilitas umum, banyak biaya yang bisa dipangkas. Misalnya: dekat dengan tempat usaha penatu dan warung. Jadi, tidak perlu khawatir dulu bila tidak ada dapur umum.

Dalam perkembangannya, barulah boleh menyewa jasa tambahan lain, seperti: penjaga (satpam) dan pembantu rumah tangga.

6. Mengamati perkembangan di kawasan tempat bisnis properti berada.

Beberapa hal yang harus diamati di kawasan tempat bisnis properti Anda berada termasuk:

– Pertumbuhan populasi.
– Rencana pembangunan infrastruktur.
– Faktor ekonomi.

Pertumbuhan populasi dapat menunjang kemajuan bisnis properti. Semakin banyak orang yang butuh tempat tinggal, meskipun lahan yang ada sudah berkurang. Bisnis Anda adalah solusi mereka.
Pastikan rencana pembangunan infrastruktur di kawasan sekitar properti mendukung kemajuan bisnis Anda. Misalnya: banyaknya fasilitas umum pendukung yang dekat dengan rumah kontrakan. Jadi, penyewa tidak perlu jauh-jauh mencari kebutuhan sehari-hari.

Lalu, bagaimana dengan perkembangan ekonomi secara global? Hal ini juga terkait dengan siklus “Property Clock”, jadi Anda harus jeli memperhatikan kondisi pasar.

Banyak juragan dari hasil bisnis properti? Bukan mustahil lagi. Meskipun modalnya kecil, strategi di atas bisa mempermudah seseorang untuk memulai bisnis properti sendiri. Ingin memulai? bisa baca selanjutnya disini.

Semoga bermanfaat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*