Apa Saja yang Terkait dengan Membangun Bisnis Kontrakan?

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang bagaimana enaknya memiliki sebuah bisnis kontrakan. Nah, pada kali ini kita akan membahas hal hal apa saja yang berhubungan dengan bisnis tersebut, terutama bagaimana cara mewujudkan bisnis ini.

Pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan kesediaan lahan membuat para pebisnis jeli melihat peluang usaha. Tentu saja, masalah ini paling jelas terjadi di daerah-daerah perkotaan, tempat gedung-gedung tinggi menguasai banyak lahan.

Jika ingin punya penghasilan pasif yang berpotensi tinggi, bisnis properti adalah jawabannya. Tidak perlu yang besar seperti apartemen atau rumah kos berkamar banyak. Anda bisa memulainya dari bisnis rumah kontrakan.

bisnis kontrakan

Bisnis rumah kontrakan adalah salah satu bisnis jangka panjang yang menjanjikan. Tidak semua orang mampu membeli rumah dalam waktu cepat. Namun, mereka masih membutuhkan tempat tinggal. Sayangnya, selain lahan yang semakin menyempit, harga properti juga semakin tinggi seiring dengan inflasi.

Akibatnya, banyak yang terpaksa menganut gaya hidup komuter: bekerja di tengah kota, namun tinggal di daerah pinggiran. Di satu sisi, mereka tidak perlu membeli rumah dengan harga mahal. Di sisi lain, waktu mereka banyak terbuang di perjalanan.

Pertimbangan dalam Biaya Membangun Bisnis Rumah Kontrakan:

Tentu saja, biaya membangun bisnis rumah kontrakan juga tidak sedikit. Terlewat satu saja dapat menimbulkan masalah serius. Untuk para pemula, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti:

1. Mencari daerah yang cocok dan strategis (dalam hal ini, kawasan industri).

Kawasan industri termasuk daerah yang cocok dan strategis untuk memulai bisnis kontrakan. Di sana, pusat-pusat perekonomian akan perlahan berkembang sehingga menarik banyak tenaga kerja. Bila tempat tinggal mereka jauh, pilihan paling ideal adalah menyewa rumah kos atau mengontrak rumah dekat kantor.

Tentu saja, ini berlaku bila modal yang ada lebih dari mencukupi.

2. Membandingkan harga tanah.

Bandingkan harga tanah dengan modal yang dimiliki. Semakin murah harga tanahnya, semakin hemat dalam menginvestasikan modal. Kemungkinan mendapatkan modal kembali (apalagi dalam waktu cepat) pun juga ada.

3. Membandingkan hargasewa per bulan atau per tahun.

Sebenarnya, lebih mudah bila biaya sewa atau kontrak rumah dibayarkan per tahun. Namun, ada juga yang bisa membayar per bulan, tergantung kebijakan dan kesepakatan bersama. Lakukanlah riset di beberapa daerah yang berisi rumah kontrakan dan bandingkan. Daerah pusat perekonomian yang pastinya lebih sibuk biasanya lebih mahal.

4. Memprediksi masa depan.

Ini bukan ilmu meramal. Cara memprediksi masa depan dalam bisnis rumah kontrakan adalah dengan melihat perkembangan daerah tersebut, seperti: pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga kebijakan pemerintah terkait bisnis properti dan kondisi keuangan negara.

5. Memilih lokasi.

Setelah melakukan empat langkah pertama, saatnya memilih lokasi secara spesifik. Jika ingin yang strategis, pilihlah yang dekat dengan fasilitas umum dan sedang berkembang. Soal kenyamanan juga tergantung kebutuhan calon pengontrak nantinya.

6. Denah rumah harus lengkap dan jelas.

Contoh: rumah petak biasanya ditawarkan kepada karyawan pabrik. Jika demikian, jangan lupa sediakan lahan parkir, taman untuk tumbuhan hijau, dan ruang terbuka agar sesama penghuni dapat berinteraksi. Selain lebih sehat, mereka tidak akan mengurung diri di kamar terus.

7. Dekat dengan sumber air.

Selain tempat tinggal, kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah air bersih. Bila akses untuk air bersih sulit, jangan heran bila pengontrak selalu mengeluh karena susah mandi dan mencuci. Sebelum membangun rumah kontrakan di sana, pastikan akses air bersih mudah didapatkan.

8. Manajemen operasional.

Jika ingin bisnis rumah kontrakan berumur panjang, berpikirlah jauh ke depan. Bisnis ini tidak hanya mencari lokasi, membangun rumah, mendapatkan penyewa/pengontrak, lalu selesai sudah. Langkah selanjutnya adalah manajemen operasional.

Beberapa hal yang menjadi bagian dari manajemen operasional adalah:

  1. Biaya pemeliharaan kebersihan.
  2. Biaya penjaga rumah dan pembantu rumah tangga (bila diperlukan).
  3. Biaya perbaikan. Misalnya: masalah pipa air, AC, atau lampu bila ada.

Manajemen operasional yang baik akan membuat bisnis rumah kontrakan berumur panjang.

9. Mendapatkan surat izin usaha resmi.

Jika kedelapan hal di atas sudah dipertimbangkan, jangan lupa untuk mendapatkan surat izin usaha resmi dari pemerintah, termasuk pihak RT/RW setempat. Hal ini untuk menghindari terjadinya salah paham, termasuk tuduhan bisnis ilegal.

Ternyata, banyak yang harus dipertimbangkan, terkait dengan biaya membangun bisnis rumah kontrakan. Selama semuanya dilakukan dengan benar dan tepat, bisnis rumah kontrakan akan berjalan dengan lancar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*